A Bloody Cooking

<!– @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Kisah Hidup di Negeri Seberang (3)

Perth, 28 Februari 2009

A Bloody Cooking………!!!!! Wortel Sialan Beli di Warung Cina

Setelah kurang lebih 2 minggu aku tidak menyentuh atau bahkan makan nasi, aku merasakan bahwa perut Indonesiaku ini berontak untuk makan nasi! Ya, sudah 2 minggu tepatnya lebih 2 hari,,aku sama sekali tidak pernah makan nasi. Makanan harianku hanyalah seputar sandwich, lasagne, donat, spagetti dan sebagainya. Kerinduanku pada masakan Indonesia pun tak tertahankan lagi, apalagi kerinduanku terhadap sayur asam. Akhirnya, ketika pak Aris (dosen UMY yang kerja dan kuliah di sini) menawarkan untuk meminjamkan rice cooker-nya yang tidak terpakai, tanpa pikir panjang aku mengatakan ‘ya’.

Hari Jumat, 27 Februari 2009 aku bersama dengan salah satu anak UMY yang sedang melanjutkan studi S2-nya di kampus yang sama denganku pergi ke rumah pak Aris di daerah Benley. Karena hari itu hari Jumat, aku pergi sholat Jumat dulu di city mosque. Karena aku datang agak telat, masjid-pun sudah penuh sesak. Aku mendapatkan tempat di luar masjid…gila,,panas banget!!! Bahkan orang Mesir di sampingku Jumatan memakai sunglasses,,,,sedangkan aku membiarkan kulitku terbakar panas matahari dengan suhu mencapai 35-40 derajat celcius karena memang lapisan ozon di bumi Perth telah banyak yang bocor.

Selesai Jumatan aku belanja dulu. Rencana awalku adalah aku ingin belanja sayur-sayuran untuk masak sayur asam. Karena aku sama sekali tidak bisa masak, sebelumnya aku telah tanya-tanya kepada kakak perempuanku di Indonesia tentang bumbu, bahan dan cara masak sayur asam. Untuk menghemat pengeluaran, aku tentukan pilihanku untuk belanja di daerah Chinatown karena memang belanja bumbu-bumbu, sayuran dan buah-buahan lebih murah di daerah ini daripada belanja di supermarket di city. Di daerah ini terdapat banyak sekali toko-toko yang kebanyakan pemiliknya adalah orang Cina atau Korea. Setelah berjalan selama beberapa menit dari city, akhirnya aku dan temanku singgah di salah satu toko milik orang Cina. Aku segera mengecek list belanjaku untuk bikin sayur asam. Tapi ternyata, bahan-bahan untuk membuat sayur asam kesukaanku tidak bisa kutemukan secara lengkap di toko Cina ini, apalagi kalau aku ke supermarket. Ya, akhirnya aku mengubah rencanaku. Aku membeli empat ikat sawi yang kelihatan segar dan enam buah wortel yang besar dan segar-segar. Benar-benar menyenangkan. Kalau saja wortel itu buah apel, ingin kumakan wortel itu mentah-mentah. Selain itu, tentu saja aku beli beras, bumbu-bumbu dan beberapa kebutuhan lainnya. Ok, belanjapun selesai.

Selesai belanja, aku dan temanku segera pergi ke rumah pak Aris untuk mengambil rice cooker. Uuuihhh ternyata rice cookernya besar sangat..berat juga….wah,,wah,,,aku pulang dengan membawa barang belanjaannku yang memang sudah berat ditambah lagi dengan rice cooker yang berat sangat. Seakan-akan barang bawaaanku melebihi berat badanku (leeebaaai..). Uuuggghhh setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan akhirnya aku sampai juga di rumah pada jam 9 malam. Aku langsung saja tidur karena tidak kuat lagi menahan lelah yang menimpa tubuhku sambil memimpikan eksperimen pertama masakku keesokan harinya.

Hari sabtu, 28 Februari 2009……hari cukup cerah dan semangatku untuk masak bahan yang telah kubeli tidka terkendali lagi. Pertama aku langsung masak nasi dengan rice cooker tua yang kupinjam dari Pak Arif. Tahukah kawan, tenyata beras jasmine yang kubeli dari toko cina kemarin ketinggalan, akhirnya aku masak beras jepang yang sebenarnya ingin kugunakan untuk membuat sushi…sambil menunggu matangnya nasi, aku memotong sawi dan meracik bumbu-bumbu. Kemudian aku menguliti wortel yang sangat besar dan segar-segar. Saat aku ingin memotongnya,,ternyata wortelnya keras sekali. Sangat sulit untuk dipotong. Akhirnya tanpa kusadari, jariku kena pisau daging yang kugunakan untuk memotong wortel itu. Perlu kalian ketahui teman, pisau daging itu dibeli oleh teman Swediaku dengan harga sekitar AU $10…kalua dirupiahkan mungkin sekitar 80 ribu…tajam nian…akhirnya hari itu I really did a bloody cooking!!! benar-benar wortel sialan…!!!! karena aku sudah lumayan frustasi wortel itu kupotong dengan bentuk yang bermacam. Ada yang kotak, ada bentuknya persegi tidak beraturan dan sebagainya. Aku juga meminta tolong housemateku yang dari Thailand untuk membantu mengupas bawang (perlu kalian ketahui kawan,,,,aku masak jam 9 pagi dan smua housemateku masih pada ngorok, kecuali yang dari Thailand…intinya aku pengen ngomong kalo orang Asia itu rajin bangun pagi…he..he…!!!). Akhirnya dengan segala tragedi itu, aku menghasilkan masakan yang rasanya cukup lumayan..kawan!! …..Hurraay……!!!! I really did cooking at the moment!!

ini dia masakan yang kuhasilkan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s