Arti Kebebasan di Australia

Kisah Hidup di Negeri Seberang….(2)

Perth, 21 Februari 2009

Arti Kebebasan di Australia

Kawan, lagi-lagi aku menulis kisahku di negeri tetangga ini…tetangga yang dekat tapi jauh..(dekat secara geografis, tapi jauh secara politis). Ok, kenapa lagi-lagi menulis??? Karena memang sekarang aku lagi nganggur. Ya,,beberapa hari ini kuhabiskan waktu malamku sendirian di kamar sambil menulis apapun yang ingin kutulis di tengah berisiknya suara anak-anak bule menikmati waktu malamnya, entah itu dengan sebotol wine atau sekadar bercanda belaka. Okay, terlepas dari semua itu, aku ingin menceritakan bagaimana kebebasan itu diartikan di sini, di Australia.

Tahukah kalian, bahwa tempatku hidup sekarang, Perth, adalah salah satu kota teraman di seluruh dunia dan salah satu kota dengan standar hidup yang tinggi di dunia. Ya, apa yang akan kuceritakan adalah apa yang kualami di sini..tapi hal ini bisa merefleksikan Australia secara keseluruhan entah di negara bagian manapun. Kawan, kalian semua tentu tahu bahwa Australia adalah negeri yang mengakui hak bagi semua golongan. Australia mengklaim dirinya sebagai negeri multikultural yang mengakui persamaan (equality) dari semua golongan. Australia memberi tempat bagi kaum Yahudi ataupun muslim. Australia juga mengakui hak bagi kaum homoseksual untuk menikah secara legal. Kawan, percayalah kalian tidak akan benar-benar bisa merasakan bagaimana rakyat Australia mengekspresikan kebebasan jika kalian tidak melihatnya dan merasakannya secara langsung.

Terlalu banyak hal yang bisa dijadikan gambaran mengenai bagaimana Australia mengartikan kebebasan. Namun, akan kuberi gambaran kebebasan Australia lewat kehidupan di kampusku kawan, Edith Cowan University (ECU). Saat ini adalah summer time di Australia. Suhu di atas permukaan bumi Perth bisa mencapai 40⁰ C. Meski demikian, suhu yang demikian panas ini tidak terasa sangat panas di ubun-ubun karena dibarengi dengan semilirnya angin di kawasan ini. Tapi kawan, kalau kalian tidak memakai sunscreen..yakinlah kalian akan melihat betapa kulit kalian berubah sesampai di rumah. Musim summer, bisa kugambarkan sebagai musim orang-orang Aussie mengumbar aurat, kawan…para mahasiswi ke kampus dengan memakai hot pants dan atasan topless. Perlu kalian ketahui, pakaian seperti ini adalah pakaian yang wajar, sehingga tidak dilarang untuk dipakai meski ke sekolah atau kampus. Di kampusku, tidak akan pernah bisa dihindarkan ‘pemandangan’ semacam itu. Tapi di sisi lain, kadang aku menjumpai beberapa perempuan entah itu dari Asia ataupun Timur Tengah memakai pakaian terbungkus rapi dengan jilbab yang menghiasi kepalanya. Dari sini, tentu kalian sudah bisa melihat, bagaimana kebebasan diartikan di sini. Di Australia, kalian bebas untuk memakai pakaian minim sekalipun, tetapi Australia juga tidak pernah melarang para muslimah untuk tetap mengenakan jilbabnya. Bahkan kalau kalian mau, kalian diperbolehkan untuk mengenakan pakaian tradisional lengkap disertai dengkan peralatannya saat ke kampus….ha,,,ha,,,J

Hal lain yang sangat mencerminkan kebebasan kutemukan dan kurasakan saat welcoming day beberapa waktu lalu. Pada saat itu digelar konser salah satu grup band kampus dengan beberapa stand yang meramaikannya. Jika kegiatan seperti ini dipenuhi oleh stand-stand kegiatan mahasiswa adalah hal yang sangat wajar. Tapi di sini, stand-stand ini tidak hanya dipenuhi oleh stand-stand UKM, tetapi juga stand-stand night club. Tahukah kalian,,aku mendapatkan undangan untuk gabung di salah satu night club saat berkeliling melihat-lihat stand. Tapi tidak hanya itu, stand-stand kegiatan religius juga meramaikan acara welcoming day. Jangan kaget….aku mendapatkan somekind of bible, aku juga kurang tahu pasti, tapi semacam perjanjian baru gitu,,,,ya, aku terima saja sambil tersenyum. Dari sini juga bisa kalian lihat kawan, bahwa kampus-kampus di Aussie sangat memberikan kebebasan bagi para mahasiswanya. Entah kalian ingin menjadi mahasiswa yang study-oriented, hobi pergi ke night club, atau menjadi mahasiswa yang sangat religius sekalipun..tidak akan dilarang. Yang dituntut oleh kampus hanya satu….kalian harus profesional!!! Entah kalian lebih suka menghabiskan malam kalian ke night club, belajar, ngaji atau pergi ke gereja, yang penting kalian bisa mendapat hasil yang memuaskan di kampus…kalo bisa highest distinction! Di sini aku benar-benar merasakan keunikan Austalia. Betapa tidak, Australia benar-benar terbuka bagi siapapun. Ia memberikan ruang dan kesempatan bagi semua pihak untuk tumbuh dan berkembang, termasuk komunitas muslim. Di kampusku, ECU menyediakan wadah tersendiri bagi komunitas muslim dan menyediakan mushola. Tapi, rasa-rasanya komunitas muslim di kampus ini kurang bisa memanfaatkan kesempatan itu secara okaay..bagaimana tidak, hingga saat ini saja mushola kampus dikunci rapat-rapat tidak ada pengurusnya. Setiap aku berusaha untuk menghubungi ketua komunitas muslim, entah itu melalui email atau HP kurang ada respon positif, kawan..??!!

Oleh karena bebasnya Australia,, kita memang harus sangat selektif ketika hidup di negeri ini. Satu hal yang pasti, percayalah kawan,, kalian tidak akan pernah bisa hidup tenang di sini jika kalian melihat segala sesuatunya hanya dari kacamata kalian sendiri. Semua harus dillihat secara obyektif dan positif. Tahukah kawan,,mengetahui betapa uniknya Australia, maka jauh hari sebelumnya aku sudah merencanakan untuk mengetahui lebih banyak mengenai komunitas yahudi, aborigin dan muslim di sini. Ookaaaay,,wish me luck here!


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s