The Beauty of Australian Manners

 

The Beauty of Australian Manners

Perth, 1 Maret 2009

Lebih dari 2 minggu sudah aku berada di negeri Kanguru ini. Kini aku merasa telah dapat menikmati kehidupan baruku di sini. Aku mulai dapat menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Tubuhku mulai terbiasa dengan panasnya terik matahari di summer time ini, aku juga sudah mulai hafal gedung-gedung di kampusku, aku mulai merasa nyaman dengan metode kuliah di sini, aku mulai hafal rute-rute bus dari kampus ke beberapa tempat wisata,,,,,tapi parahnya aku juga mulai terbiasa untuk mandi sekali sehari..he…he….Tidak ada yang perlu kurisaukan lagi, kecuali memanfaatkan semua ini untuk meng-upgrade kompetensiku.

Kemunculan rasa nyaman ini mungkin tidak lain dari atmosfer hangat di rumahku. Hari ini aku benar-benar bisa merasakan betapa aku dan housemateku bisa menjadi sebuah keluarga yang harmonis. Betapa pemahaman dan rasa saling menghargai itu benar-benara ada dalam rumah ini. Betapa housematesku bersikap ramah terhadapku. Tahukah kawan, hal ini mulai menghapuskan prejudice awalku bahwa mungkin superioritas bangsa kulit putih itu masih ada. Satu hal kecil yang mengubah pikiranku itu adalah mengenai sikap yang ditunjukkan oleh housematesku dan temannya (orang asli Aussie) terhadapku malam ini. Ya, seperti biasa aku di kamar menelentangkan tubuh di atas kasur empukku sambil membaca buku-buku mata kuliah atau sesekali membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Tapi ternyata semua itu justru membuatku semakin suntuk. Di saat yang bersamaan, teman-teman buleku itu sedang asyik ngobrol dengan temannya yang tinggal tidak jauh dari student village. Karena benar-benar merasa suntuk aku pergi ke unit teman Malaysiaku yang hanya beberapa langkah jauhnya dari unitku. Setelah aku panggil beberapa kali, tidak satu orang-pun yang menyahut. Kelihatannya dia memang tidak ada di rumah. Akhirnya aku balik ke unitku. Sesampainya di ruang tamu (di samping ruang makan), dengan ramah teman housemateku berbasa-basi menyapaku. Kemudian aku pun ikut gabung dalam perbincangan mereka. Tidak banyak hal berbeda yang diperbincangkan mereka dibanding dengan perbincangan orang Indonesia di waktu santai,,,kawan. Kita hanya berbincang hal-hal yang tidak penting, mengejek satu sama lain, berbincang-bincang tentang hewan Australia, penyanyi Australia dan sebagainya. Tapi dalam hangatnya perbincangan itu, aku menemukan betapa kultur orang para bule itu sebenarnya tidak banyak berbeda dengan orang Asia. Saat aku datang untuk ikut bercakap-cakap, housemateku yang orang AS mengambilkan kursi untukku, sedangkan housemate Aussieku mengambilkanku sepotong cake yang baru saja dibuatnya. Sambil menikmati cake yang enak itu aku mendengarkan dan sesekali terlibat dalam perbincangan mereka dengan diselingi tertawa ringan. Benar-benar malam ini aku merasakan rasa kekeluargaan mulai muncul di antara kami.

Entah kenapa, kejadian tersebut secara tiba-tiba membuat otakku berpikir ke belakang tentang sikap orang Australia terhadapku pada saat awal kedatanganku. Setelah kupikir-pikir, ternyata hanya ada satu kesimpulanku bahwa mereka memiliki budi pekerti luhur dan berjiwa Pancasila…..(ha..ha…ha..). Aku mulai ingat bahwa saat pertama aku naik bus dan belum memiliki smart card, aku digratiskan oleh sopirnya. Ternyata hal serupa juga dialami oleh temanku saat ia baru pertama kali datang di Adelaide….benar-benar awesome..Saat orang-orang Aussie itu turun dari bus, ternyata mereka tidak pernah lupa mengucapkan ‘thank you’ sambil sesekali melirik ke arah sopir bus. Saat berjalan dan secara tidak sengaja hampir menabrakku, mereka tidak segan-segan untuk mengucapkan ‘sorry’. Entah berapa kali orang-orang Aussie mengucapkan kedua kata itu setiap harinya. Menurutku hal ini merupakan pengamalan Pancasila sila ke-2 kemanusiaan yang adil dan beradab. Coba kawan,,,sekarang kalian pikir apakah kalian pernah mengucapkan terimakasih pada sopir bus yang kalian tumpangi saat pergi ke luar?? Apa kalian mengucapkan maaf atau malah marah-marah saat tidak sengaja hampir menabrak orang karena sedang tergesa-gesa?? Hal lain yang kualami adalah saat aku sedang ingin membeli converter adaptor di sebuah toko di Murray St. Melihat harganya…woww mahal nian. Akhirnya aku bertanya, “excuse me, is there any cheaper one?”….tanpa basi-basi pelayan toko itu justru mengatakan “aaa,,,I think you can try to go to Dick Smith”….dengan bingung aku menjawab….”mmm..Dick Smith??”…dengan penuh kesabaran pelayan toko itu menjelaskan dengan gamblang “y, the electronic store across the road”…………gila….aaa.. alih-alih ngomel-ngomel seperti kebanyakan pedagang Indonesia, dia malah ngasih tau alternatif lain biar dapat barang yang lebih murah….awesome….

ya kawan, semua itu benara-benar menunjukkanku bahwa bule-bule Australia ternyata tidak kalah ramahnya dengan orang-orang Indo. Tidak cuma ramah, tapi juga berbudi pekerti luhur, rajin menabung, gemar menolong dan cinta sesama….pramuka bnaget deh pokonya!!!!

Advertisements

2 comments

  1. hmm ya bener Choi

    di sini juga terasa bahwa setiap orang saling menyapa satu sama lain dan tidak segan untuk mengucapkan terima-kasih, dua kata di sini “anhyonghasseyo” dan “gomabsebnida”.
    aku juga pernah punya pengalaman the kindness of Korean. pas aku nganterin Osha nyari sebuah gedung bernama Seoul City Tower. nah kita nanya ke salah seorang mas-mas pejalan kaki yang kebetulan lewat. pas kita nanya keliatan bahwa dia tidak tahu lokasi gedung itu, akhirnya dia sampek nelfon temennya untuk nanya di mana gedung itu. akhirnya setelah nanya belum ketemu juga. kita merasa nggak enak sudah merepotkan buru2 mengucap terima kasih aja dan mas-mas itu pergi dan emang dia keliatan sibuk banget (macam pekerja kantoran gitu). ya kita kira orangnya udah pergi gitu aja dan kita masih di lokasi tempat nanya dan masih bingung. eh gak tahunya setelah hampir 15 menit lebih mas-mas itu balik lagi ke tempat kita dan nunjukin jalannya (OMG kita dianterin sampe tempat tujuan). hmm jarang2 loh kita menemui kindness seperti itu bahkan di Indonesia sekalipun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s